KAMI KEMBALI
Diterbitkan oleh Admin
Diperbarui pada:

Halo, Kaum Tukang Misuh!
Setelah kemarin Cangkeman.id sempat rebahan panjang dan mati suri, sekarang kami mutusin buat bangun lagi. Dapur redaksi resmi dibuka, dan kami siap menampung kembali segala unek-unek dan keresahan kalian.
Tapi sebentar, sebelum jari jemari kalian gatel ngetik bacotan dan menekan tombol kirim, ada satu kenyataan pahit yang harus kami muntahkan di awal.
Kembalinya Cangkeman di babak baru ini datang dengan status yang kurang mengenakan. Kamu sekarang, KERE!
Iya, kalian nggak salah baca. Mulai sekarang, Cangkeman.id udah nggak bisa memberikan honor atau bayaran sepeser pun buat tulisan yang dimuat. Duit di laci redaksi lagi kering kerontang. Jadi, kalau niat kalian nulis buat nyari cuan, bayar cicilan, atau modalin check-out keranjang kuning, mending mundur pelan-pelan.
"Terus ngapain dong capek-capek nulis buat Cangkeman kalau nggak ada duitnya?"
Ya buat misuh-misuh lah! Cangkeman ini dari awal lahir emang buat jadi tong sampah estetik dan media penampungan misuh-misuh kita bersama dari bisingnya arus digital dan kesibukan dunia nyata.
Kami tahu isi kepala kalian sudah kepenuhan sama kelucuan netizen dan pejabat +62, kelakuan birokrat kampus yang bikin naik darah, error-nya dunia digital sehari-hari, sampai masalah hidup yang ambyarnya nggak ketulungan. Daripada itu semua cuma jadi penyakit di kepala, mending cangkemin aja di sini. Entah itu mau masuk rubrik Kritik Digital, Respon Sosial, Kliktivisme, Cangkem 404, sampai Puisi galau—kirim aja semua ke mari.
Nggak ada duitnya emang, tapi seenggaknya kami bakal tetap baca, kurasi, dan majang keresahan kalian dengan gagah di web kami. Hitung-hitung merawat kewarasan bareng-bareng di tengah semesta yang makin nggak jelas ini.
Jadi, asah lagi cangkem kalian. Tulis apa aja yang bikin kalian jengah. Kami tunggu bacotan terbaik kalian di meja redaksi!
Salam nyangkem dan selamat misuh-misuh,
Pemimpin Redaksi
(Yang lagi bokek tapi tetap asik)
Berani Bicara Itu Baik!

Mengunjungi Masa Lalu Adalah Kegiatan Paling Sia-sia

Kehangatan Kota Solo dari Apresiasi Karyanya

Kekagetan Newbie Nonton Konser

Redaktur Cangkeman: Saya Muak dengan Tulisan Kalian!

Diary Cangkeman, Bingkai Peradaban

Siapa Kita Berani Memutus Kasih Sayang Tuhan?
Posting Komentar (0)
Masuk dengan akun Google untuk ikut berkomentar.
Masuk