Tualang : Puisi Bela Agustin
Diterbitkan oleh Admin
Diperbarui pada:
Penulis: Bela Agustin
si tualang kembali mengendap-endap
mengintip puan dengan tubuh mulus bak pualam
derap langkah kian mendekat
nafas tulang tertahan beberapa saat
bekertak
bunyi tulang patah umpama lantai pelupuh terinjak
mata tualang menatap nyalang
'dasar culah' makinya dengan nafas tertahan
puan masih diam, jeritnya tidak terdengar
meski darah dalam tubuh merembas keluar
satu tusukan mata puan akhirnya terpejam
tualang berkabung
meratap kematian puan yang tak terhindarkan
atas dosa yang tiada pernah ia lakukan
2021
Bela Agustin
Suka membaca, kopi, puisi, dan laki-laki. Dapat dijumpai di Instagram @belaagutin2208
Punggawa Cangkeman

Di Pelataran Rumah Ibu yang Berdebu

Sekian Kekalahan

Chit Chat

Layarku-Layarmu

Instastory

Ikan-ikan Berbaring dan Puisi Lainnya
Posting Komentar (0)
Masuk dengan akun Google untuk ikut berkomentar.
Masuk