Si Bejo vs Si Pekerja Keras
Diterbitkan oleh Admin
Diperbarui pada:

Penulis: Minarti
Cangkeman.net - Ada mitos yang mengatakan bahwa usaha yang keras dapat dikalahkan oleh keberuntungan. Masa sih?
Memang ada beberapa orang yang usahanya biasa-biasa saja atau bahkan cenderung santai tapi pencapaianya mengalahkan orang-orang yang berusaha dengan keras. Merasa tidak adil? Tapi emang kenyataanya demikian.
Contohnya ketika kamu dan beberapa temanmu mengikuti ujian masuk perguruan tinggi bersama. Dari beberapa temanmu ada yang berjuang mati-matian dari mengikuti bimbel dan les hingga membeli buku yang tebal-tebal. Lalu sebagian lainnya hanya ikut tes seadannya saja, bahkan terkesan tidak terlalu berminat untuk mengikuti ujian. Namun pada hasilnya, justru orang yang terlihat santai tersebut justru mendapatkan hasil yang baik, lulus di program studi favorit dan teman-teman yang gedubukan justru terlempar ke jurusan pilihan kesekian.
Tapi apakah kamu tidak percaya dengan keberuntungan? Hanya menganggap keberuntungan adalah sebagai kebetulan yang tidak akan terjadi selamanya? Maka selamatlah kamu, karena sejatinya kamu adalah orang yang beruntung karena tidak mengandalkan keberuntungan semata.
Percaya kepada keberuntungan itu sebenarnya sah-sah saja. Bahkan termasuk dalam bentuk optimisme. Tapi jangan sampai kita hanya mengadalkan faktor lucky semata sampai lupa berupaya. Itu gawat.
Sadar atau tidak, keberuntungan tidak akan datang dengan sendirinya. Ada sekumpulan usaha yang tidak terlihat di masa lampau. Usaha-usaha yang terlihat tidak ada kaitannya dengan hasil ini lah yang terkadang menentukan hasil itu sendiri. Nah mungkin usaha kamu saat ini tidak membuahkan hasil yang baik, tapi suatu saat usaha-usaha ini akan terkumpul menjadi keberuntungan di masa yang akan datang.
Kebetulan atau keberuntungan sebenarnya tidak ada. Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, semua itu hanyalah usaha-usaha kita di masa lampau yang saling terkoneksi untuk menciptakan suatu hasil di masa yang tak terduga.
Jadi, masih percaya dengan keberuntungan?
Punggawa Cangkeman

Hentikan Kebiasaan Mencatat Sekarang Juga!

Bukan Cuma Jago Ngomong, 4 Hal Ini akan Kamu Dapat ketika Jadi Mahasiswa Komunikasi

Begini Suka dan Duka Seorang Bassist

Revisi Lagi, Revisi Lagi, Lagi-Lagi Revisi

Kata "Peh" dan "Biuh" dari Keresidenan Kediri: Begini Analisis Semiotikanya Serta Hubungannya dengan Kata "Cuk"

Dampak Spotlight Effect pada Rasa Percaya Diri Generasi Muda
Posting Komentar (0)
Masuk dengan akun Google untuk ikut berkomentar.
Masuk