Sendiri
Diterbitkan oleh Admin
Diperbarui pada:
Penulis: Jevi Adhi Nugraha
di luar masih gerimis,
ku seduh pelan secangkir rindu di atas meja kayu yang kian rapuh.
kertas perahu yang ada tulisan nama kita, berlayar sunyi sepanjang selokan.
di luar masih gerimis,
aku melihat sepasang kecoa berdansa di bawah lentera, binal dan menggoda.
selajur subuh dengan gamang menghapus air mata, malam telah usai.
aku masih di sini, menantang sepi.
di luar masih gerimis,
aku menemukanmu dalam Yusuf, gelora Zulaikha menguasai tubuhku.
aku masih percaya keheningan dan doa mampu menyelamatkan, meski sebentar.
di luar masih gerimis,
tubuh ini hampir kalah diterpa amuk zaman,
matahari tak kunjung datang.
Masihkah ada harapan?
Gunungkidul, 25 Januari 2022
ku seduh pelan secangkir rindu di atas meja kayu yang kian rapuh.
kertas perahu yang ada tulisan nama kita, berlayar sunyi sepanjang selokan.
di luar masih gerimis,
aku melihat sepasang kecoa berdansa di bawah lentera, binal dan menggoda.
selajur subuh dengan gamang menghapus air mata, malam telah usai.
aku masih di sini, menantang sepi.
di luar masih gerimis,
aku menemukanmu dalam Yusuf, gelora Zulaikha menguasai tubuhku.
aku masih percaya keheningan dan doa mampu menyelamatkan, meski sebentar.
di luar masih gerimis,
tubuh ini hampir kalah diterpa amuk zaman,
matahari tak kunjung datang.
Masihkah ada harapan?
Gunungkidul, 25 Januari 2022
Punggawa Cangkeman

Di Pelataran Rumah Ibu yang Berdebu

Sekian Kekalahan

Chit Chat

Layarku-Layarmu

Instastory

Ikan-ikan Berbaring dan Puisi Lainnya
Posting Komentar (0)
Masuk dengan akun Google untuk ikut berkomentar.
Masuk