Rest Area
Diterbitkan oleh Admin
Diperbarui pada:
Penulis: Lilin
dulu
kudengar suara bising mesin di dalam cerita-cerita bapak
ada keluh kesah istri menanti kiriman uang belanja
anak-anak menunggu kapan uang sekolah dibayar
bapak bercerita dengan mata tumbuh akar hingga hilang kelakar
sementara doa istri berkumpul
menjadi cambuk
melecut;memukul
dengan berbagai tanggung jawab
di antara deru mesin, tubuh perjuangan nyaris terjungkal
napas bapak tersenggal-senggal
sampai pada satu tempat peristirahatan
bapak berhenti bercerita
menidurkan tubuh dengan guratan merah
berusaha mengobati diri
dengan mata manja anak-anaknya--rebutan uang receh di saku kemeja beraroma oli
wajah bapak belepotan tawa
kini,
suara bising mesin hilang dari cerita bapak
dan berpindah di kepalaku
rest area menjadi satu bagian
dari cerita-ceritaku selanjutnya
Surabaya, 2021
Lilin
Pengagum sunyi dan sendiri. Jejaknya dapat dilacak di akun Instagram @farren_farrenz
Punggawa Cangkeman

Di Pelataran Rumah Ibu yang Berdebu

Sekian Kekalahan

Chit Chat

Layarku-Layarmu

Instastory

Ikan-ikan Berbaring dan Puisi Lainnya
Posting Komentar (0)
Masuk dengan akun Google untuk ikut berkomentar.
Masuk